Kebakaran di Bumi Maicih

Kebakaran di Bumi Maicih

Inspirasi Bisnis :: Kebakaran di Bumi Maicih

Inspirasi Bisnis -- Ujian Yang Membakar Semangat

Ini adalah kisah nyata inspirasi bisnis dari pengalaman pribadi, sebuah episode baru dari perjalanan usaha Maicih. Ada masa semangat kita menurun karena rutinitas dan hal-hal yang menjengkelkan terjadi di dalam kehidupan ini. Kita butuh sesuatu untuk membuat semangat kembali bangkit. Kadang justru semangat itu datang dari sebuah ujian. Ujian yang indah ketika kita mampu memaknainya dengan benar.

Ini terjadi pada kami di Maicih. Semangat saya sedang agak menurun dengan banyak kejadian-kejadian yang cukup menguras energi dalam usaha membangun Maicih. Setelah merek dagang Maicih keluar atas nama saya, ternyata perjalanan memperjuangkan kebenaran Maicih masih membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Masih banyak orang yang mengedarkan keripik Maicih abal-abal dengan seenaknya. Saya bukan diam melihat hal seperti ini, namun saya memilih berusaha untuk menghadapinya dengan tenang bersama semua keluarga Maicih, untuk tidak terpancing emosi. Terlebih lagi bulan Mei kemarin saya sedang menunggu kelahiran sang buah hati, anak pertama yang saya cintai. Sebuah penantian yang penuh rasa syukur dan tak ternilai harganya ketika bisa melihat langsung keajaiban perjuangan istri saya melahirkan anak kami dengan mata kepala sendiri. Sehingga fokus saya cenderung terpusat kepada kelahiran anak kami yang merupakan anugerah terindah dari Allah SWT.

Namun kebenaran tetap harus ditegakkan. Sembari mulai membiasakan diri mengatur waktu menjadi seorang ayah, seorang suami, dan menjadi pemimpin perusahaan, saya berusaha untuk tetap sabar menghadapi kenyataan masih banyak rekan-rekan yang mengedarkan Maicih abal-abal. Setelah konsultasi dengan tim legal kami, ada beberapa langkah yang coba kami ambil untuk menindak tegas Maicih abal-abal ini dengan mengikuti prosedur yang berlaku di Negara ini sebagai warga Negara Indonesia yang baik, yang taat dan patuh pada hukum.

Dan ujian itu pun datang. Ketika sedang dalam proses mengambil tindakan tegas untuk mereka para pemalsu, penjual Maicih abal-abal, kami dihadapkan sebuah peristiwa yang mengubah semangat kami menjadi semakin membara untuk terus memperjuangkan kebenaran dan berbuat kebaikan sehingga bisa menjadi manfaat banyak orang. Ujian itu adalah tempat kami berkarya yaitu Bumi Maicih tiba-tiba terbakar api sangat yang besar pada 1 Juni 2013 sekitar pukul 04.30 WIB. Kaget, takjub, tak menyangka sedikitpun, seraya mengucap istighfar ketika saya ditelpon Elis, manager produksi Maicih yang memberi tahu kabar kebakaran di Bumi Maicih ini. Saya datang ke Bumi Maicih beberapa saat kemudian untuk melihat keadaan, ketika saya tiba alhamdulillah petugas pemadam kebakaran sudah bisa memadamkan api sekitar pukul 06.20 WIB. Polisi setempat pun datang untuk mengamankan lokasi dan juga bertanya kepada saya apakah ada kecurigaan sabotase dari pihak lain / competitor mengenai terbakarnya Bumi Maicih ini.

Inspirasi Bisnis -- Hikmah untuk menjadi Lebih Baik

Saya pun berusaha untuk tidak menaruh curiga pada siapapun mengenai kebakaran ini. Memang setelah api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran disinyalir bukan dari arus listrik. Karena secara logika, listrik baru korslet setelah api semakin besar. Itu berarti api besar-lah yang menyebabkan listrik mati belakangan, bukan terjadi sebaliknya. Jika soal tabung gas elpiji pun tidak mungkin, karena secara logika hal ini terjadi dini hari ketika kami tidak produksi dan kebiasaan kami sesudah seluruh aktivitas produksi, semua tabung gas dicabut sambungan selangnya. Bukti berikutnya adalah selama kebakaran kurang lebih 3 jam tak ada bunyi tabung gas yang meledak. Dan karyawan Maicih berhasil menyelamatkan semua tabung gas di saat api belum menyebar ke seluruh areal produksi. Jadi jika bukan listrik dan gas ? Lalu apa ? Ditemukan beberapa keganjilan di lokasi kebakaran yang tak ingin saya perpanjang. Yang jelas ini adalah sebuah ujian yang membakar semangat kami dalam berkarya dan membuat saya bersyukur keluarga Maicih menjadi semakin solid dengan peristiwa ini dan menjadi hikmah bagi kami semua agar dapat berkarya lebih baik di masa depan.

Ada lelucon di antara karyawan Maicih bahwa api besar yang membakar Bumi Maicih itu seolah seperti lilin besar untuk ulang tahun Maicih 10 Juni. Tadinya kami punya beberapa rencana untuk acara ulang tahun Maicih yang ke-3, namun dengan kejadian kebakaran ini ada yang terpaksa kami batalkan. Karena biayanya harus dialihkan untuk membangun ulang tempat produksi kami. Bahan baku, barang jadi, mesin, meja, kursi, lemari, semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk memproduksi keripik Maicih, atap bangunan, semuanya ludes habis terbakar api. Perkiraan kerugian materi mencapai lebih dari 400 juta rupiah. Namun secara imateri saya dan seluruh keluarga karyawan Maicih merasa sangat beruntung. Kenapa ? Karena semangat kami dalam berkarya menjadi semakin besar. Jika benar pun ada yang sabotase kebakaran ini dikarenakan kami mulai melakukan tindakan tegas kepada pemalsu Maicih. Kami berani bilang pada mereka semua bahwa kami berani menghadapi ujian ini dengan positif, sekarang giliran mereka menghadapi kami Maicih yang semakin kuat setiap harinya. Semangat kami tak bisa goyah oleh kebakaran ini.

Terimakasih untuk ujian indah ini. Peristiwa kebakaran di Bumi Maicih ini juga membuat kami belajar lebih banyak mengenai manajemen resiko, manajemen keamanan, dan lebih dalam lagi untuk refleksi pada diri sendiri, mungkin banyak rekan-rekan yang merasa Maicih adalah sebuah usaha yang masih jauh dari kebaikan. Untuk itu saya pribadi sebagai penemu Maicih menyampaikan mohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja atas segala bentuk usaha yang kami lakukan. Semoga kita semua bisa saling mengambil hikmah pelajaran dari kejadian ini. Terimakasih telah mendukung kami hingga sekarang. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua. Amin.

Dan kami pun mulai membangun kembali Bumi Maicih ..

[ultimate 4 /]